Trans Sarbagita? "Not So Bad Lah"
Yap! hari ini tanggal 28 Agustus 2011. Minggu pagi yang ditandai dengan sedikit rintik hujan. Namun, ada sesuatu yang menarik pagi ini. Saya akan mencoba salah satu terobosan baru transportasi publik yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Perhubungan Provinsi Bali. Trans Sarbagita. Nama transportasi publik yang berupa bus ini.
Pagi itu menunjukkan pukul 10.30 ketika saya menunggu kedatangan bus Trans Sarbagita. Sebenarnya target jurusan bus ini adalah sesuai dengan namanya yaitu, Denpasar-Badung- Gianyar-Tabanan ini. Namun, hingga kini bus ini hanya melayani rute Batubulan- Nusa Dua.
Oke. Lanjut tentang perjalanan saya. Tak memerlukan waktu yang lama untuk menunggu bus ini. Menurut informasi, bus ini akan transit ke setiap halte dengan selang waktu 15 menit. Saya pun menunggu di halte dekat Jalan Baypass Ngurah Rai Sanur. Tepatnya di depan Lembaga Pendidikan dan Pariwisata Sanur.
Hari ini adalah pengalaman pertama saya naik bus Trans Sarbagita. Saya pun pergi bersama teman- teman dari Belanda. Tujuan kami adalah Nusa Dua. Tepatnya Museum Pasifika yang berada di kawasan Bali Tourism Development Centre (BTDC) Nusa Dua, Bali.
Tak sampai 1 menit bus pun datang. Persis setelah kami memarkir motor di seberang jalan. Sayangnya belum ada fasilitas parkir bagi penumpang yang ingin menggunakan fasilitas bus ini. Mungkin ini yang menjadi salah satu kendala. Terutama bagi yang ingin bepergian dengan bus ini tetapi rumah mereka berjauhan dengan halte.
Kendala lain atau mungkin lebih tepatnya pengembangan yang perlu dilakukan adalah halte yang belum memadai. Hanya terdapat 'print out' kertas yang berukuran A4 tertempel di dinding halte yang berisikan harga naik Bus Sarbagita rute Batubulan- Nusa Dua, umum : Rp. 3.500, pelajar & mahasiswa : Rp. 2.500 . Dan tidak terdapat petugas jaga tiket ataupun road map rute Trans Sarbagita. Sehingga penumpang tidak bisa mengetahui kemana saja rute yang ada.
Kami pun awalnya sempat ragu dan kecewa apakah mungkin bus akan datang. mengingat tak ada seorang pun di halte dan kurang lengkapnya informasi mengenai Trans Sarbagita ini di masing-masing rute. Jika ada, mungkin akan mengundang masyarakat untuk mencoba bus yang 'katanya' untuk mengurangi kemacetan lalu lintas ini.
Ketika kami memasuki bus ini, kami pun disambut oleh kernet bus ini. Lalu kami membayar karcis. Sistem pembayaran karcis yang digunakan masih manual. Jadi penumpang harus membayar pada kernet bus. Tapi bagaimana halnya jika penumpang dalam satu halte bergerombolan masuk sehingga mungkin saja terjadi salah hitung?. Apalagi kernet bus tidak mengecek karcis penumpang lagi.
 |
Bersih dan Sedikit. Trans Sarbagita yang baru 'launching' 10 hari ini (28/10/11)
nampak tak banyak yang mencobanya. Dan terlihat masih bersih :) |
Tak tampak banyak orang yang mengisi ke 33 kursi yang tersedia. Mungkin setengahnya yang terisi. Suasana bus pun masih tampak bersih. Ya maklum saja, sejak hari pertama peluncuran Trans Sarbagita (18/08/10) belum banyak masyarakat yang mencobanya. Dan semoga saja kebersihannya tetap bisa bertahan.
Sepanjang halte yang dilewati, tak banyak penumpang yang masuk maupun keluar. Menurut kernet bus , Erik Junadi bus yang telah beroperasi baru 13 buah unit. Dan rute yang ada hanya Batubulan- Nusa Dua. " Kami masih dalam proses survei. Halte yang tersedia baru sedikit," ujarnya.
Perjalanan bus pun mulus-mulus saja. Maklumlah hari ini hari minggu. Lalu lintas lengang. Bus pun melaju lancar melewati Simpang Siur kemudian Bukit Jimbaran. Namun sayangnya, halte di Kampus Unud Bukit Jimbaran belum tersedia. Memang disayangkan transportasi publik ini belum menyentuh ruang mahasiswa dan pelajar sepenuhnya. " Untuk halte di Kampus Bukit belum ada. Tapi mungkin nanti akan dibangun. Untuk halte di kawasan Bukit Jimbaran, baru ada di halte Taman Griya, " lanjut Erik.
Setelah 40 menit perjalanan, sampailah kami di kawasan BTDC. Tepatnya di Halte BTDC 1 yang merupakan tempat pemberhentian terakhir Trans Sarbagita. Perjalanan akhir pekan yang menarik. Semoga saja dengan adanya transportasi publik ini bisa membuat pengembangan Bali yang semakin baik.